VISIT IN FACTORY YAKULT : CERIA

Beberapa waktu lalu serombongan ibu-ibu berkunjung ke pabrik minuman Yakult. Dimana pabrik ini terbuka untuk umum. Memang tidak semua pabrik mau terbuka untuk umum selain tempat produksi sebagai rahasia perusahaan, juga membuat banyak hal yang mesti ditutup bisa dilihat oleh umum. Beberapa hal mengapa pabrik menyelenggarakan Visit In factory?

IMG-20171025-WA0011
Pabrik sudah menggunakan standard ISO, baik secara manajemen maupun Safety Food bahkan pabrik sudah menganut proses produksi yang mengacu pada GMP. Ini alasan yang mendasar pabrik bisa terbuka untuk umum. Mengapa demikian, dengan manajemen terstandar semua pola pekerjaan di pabrik dilakukan dengan teratur, baku dan semua menggunakan prosedur yang cukup bagus. Oleh sebab itu pabrik yang sudah percaya diri dengan kondisi ini akan terbuka terhadap umum. Selain itu jika perusahaan makanan, menggunakan metode GMP ( Good Manufacturing practice) sangat baik terhadap hasil proses produksi. Umumnya perusahaan yang ber –GMP pekerjanya sebelum melakukan pekerjaan akan melakukan berbagai ritual seperti di bawah ini :
Mandi di ruangan khusus mandi sebelum melakukan aktivitas produksi.
Memakai baju khusus bekerja, yang terdiri tutup kepala, sarung tangan dan pakaian robot serta sepatu standard yang digunakan dalam GMP.
Pada waktu bekerja dimana ruangan pabrik sangat bersih, dan lantai terbuat dari bahan tertentu yang tidak mengeluarkan debu.
Selain itu mesin yang dipakai oleh pabrik sudah otomatis dan canggih, tak ada dalam proses produksi yang disentuh oleh tangan kecuali barang yang sudah jadi yang dimasukan dalam kemasan paking akhir.
Output produksi sangat bersih dan higienies.
Oleh sebab itu dengan alasan diatas, maka pabrik yang sudah menggunakan standard ISO, menggunakan GMP dan safety food akan berani terbuka untuk umum.
Selain alasan di atas sebenarnya tujuan visit in Factory lebih kepada awarness produk, atau branding produk atau lebih untuk Customer social respobility. Konon kalau Yakult telah menyelenggarakan CSR-nya dalam aktivitas penjualan. Perusahaan merekrut para janda yang tidak bersuami untuk menjadi sales people yang keliling dari perumahan satu ke perumahan lainnya untuk menjajakan Yakult. Program ini ternyata berhasil sebagai anjang branding. Sedangkan visit in factory sebenarnya serupa dan lebih banyak bagaimana mengingatkan para konsumen dengan keberadaan pabrik. Ternyata dalam kunjungan tidak hanya ibu-ibu tetapi bapak-bapak banyak yang berkunjung, dan itu sangat luar biasa. Pabrik menyediakan Bis yang akan menjemput mereka dan pengunjung dibiarkan suka rela belanja produk yakult di pabrik dengan harga yang sama dijual di toko.
Apakah perusahaan anda akan menyelenggarakan Visit in Factory dengan memfasilitasi konsumen dengan Bus, produk dan berbagai keyakinan akan produk anda bahwa produk anda layak dikonsumsi? Inilah tantangan produsen yang mulai berbenah. Semoga artikel ini bermanfaat, apabila pembaca membutuhkan bantuan dalam bimbingan ISO manajemen, Safety food bahkan GMP silahkan kontak ke 081-8521172, atau 081-252-982900. Tim Kami siap membantu!