STRATEGI PALING EFEKTIF DALAM MELAKUKAN PENGAWASAN OPERASIONAL PERUSAHAAN MELALUI INTERNAL AUDIT

STRATEGI PALING EFEKTIF DALAM MELAKUKAN PENGAWASAN OPERASIONAL PERUSAHAAN MELALUI INTERNAL AUDIT

 

Operasional perusahaan tentunya tidak pernah berjalan dengan lancar dalam usahanya mencapai target yang diinginkan. Hal ini tidak terlepas dari yang namanya resiko dan penyimpangan yang dapat terjadi apabila tidak dilakukan pengawasan dan pengendalian. Oleh karena itu manajemen resiko dalam sebuah perusahaan diperlukan, salah satunya adalah kegiatan audit internal yang diharapkan bisa efektif dan efisien ketika dilakukan.

Kegiatan audit internal menurut Institute of Internal Auditor (Boynton, 2011) merupakan kegiatan yang independen, berkeyakinan objektif, dan konsultasi yang dirancang untuk menambah nilai dan meningkatkan operasi organisasi dimana akan membantu organisasi mencapai tujuannya dengan melakukan pendekatan sistematis dan disiplin untuk mengevaluasi dan meningkatkan efektivitas manajemen resiko, pengendalian dan proses tata kelola dan konsultasi.

Berdasarkan hal tersebut, beberapa keuntungan yang dapat diperoleh perusahaan dengan melakukan kegiatan audit internal:

  • Mengidentifikasi dan mencegah terjadinya penyimpangan kerja dalam perusahaan dimana fungsi utama dari kegiatan audit internal adalah mengidentifikasi adanya resiko atau terjadinya penyimpangan pada kegiatan dan lingkungan kerja perusahaan yang memiliki potensi untuk menghambat kerja perusahaan. Sehingga nantinya temuan-temuan tersebut dapat dilaporkan kepada pihak manajemen untuk ditindak lanjuti.
  • Membantu manajemen untuk melakukan proses pengawasan terhadap kinerja perusahaan. Fungsi pemeriksaan akan membantu manajemen dalam hal pengawasan dan pengendalian terhadap jalannya prosedur kerja, pengeluaran biaya, rencana-rencana, peraturan dan kebijakan perusahaan apakah sudah berjalan dengan baik di setiap level fungsi dan jabatan dalam perusahaan.
  • Membantu proses pengambilan keputusan dalam perusahaan. Laporan audit internal yang berisi temuan-temuan dan rekomendasi akan membantu manajemen untuk mengambil keputusan dan kebijakan perusahaan, dimana dapat bersifat langkah antisipatif terhadap permasalahan ataupun rencana terhadap peningkatan prosedur kerja.
  • Menjamin kualitas kerja tim perusahaan dengan adanya kegiatan audit internal akan memeriksa ketaatan dari tim kerja perusahaan untuk melakukan pekerjaan sudah sesuai dengan prosedur dan tata cara yang telah dipersiapkan sebelumnya. Apabila prosedur sudah dijalankan dengan disiplin maka kualitas kerja yang tercermin pada hasil produk dan layanan pun akan terjaga dengan baik.
  • Meningkatkan kredibilitas perusahaan. Kegiatan audit internal yang dilakukan secara berkala akan memberikan jaminan bahwa kualitas pelayanan perusahaan akan terjaga pada standar level tertentu sehingga hal tersebut akan meningkatkan akuntabilitas dan reputasi perusahaan di mata pelanggan, supplier, investor, dan pemegang kepentingan lainnya.

Pada umumya, kegiatan audit internal dilakukan melalui 4 tahapan, yaitu perencanaan audit, pengujian dan pengevaluasian informasi, penyampaian hasil audit, dan tahap tindak lanjut (follow up) hasil audit. Pada tahap perencanaan dibuat dengan menentukan objek dan prioritas audit, arah dan pendekatan audit, perencanaan alokasi sumber daya dan waktu, dan sebagainya.

Tahapan utama dalam kegiatan audit internal adalah mengumpulkan, menganalisa, menginterpretasi dan membuktikan kebenaran informasi untuk mendukung hasil audit dimana informasi yang terkumpul harus bersifat relevan, kompeten, mencukupi dan berguna untuk pembuatan rekomendasi tindakan antisipatif.

Tahapan penyampaian hasil pemeriksaan seharusnya menyampaikan dengan benar dan transparan terhadap temuan-temuan berupa penyimpangan/ penyelewengan kepada manajemen dan rekomendasi/ saran perbaikan yang dibutuhkan sesuai dengan tujuan kegiatan audit. Kegiatan audit tidak selesai sampai proses penyampaian laporan saja namun sampai pada tahapan follow up terhadap tindakan korektif atau antisipatif pada penyimpangan yang terjadi di perusahaan sehingga tidak terjadi penyimpangan lagi.

Selain itu, kegiatan internal audit sebaiknya mengedepankan komunikasi yang baik sebagai kunci utama keberhasilan dimana informasi mengenai kegiatan audit internal disampaikan dengan jelas dan sesuai dengan tujuan perusahaan dan arahan manajemen kepada semua elemen perusahaan yang terlibat dengan kegiatan audit. Hal ini bertujuan untuk memperlancar kerja tim auditor sehingga dapat memperoleh temuan dengan lebih cepat, valid dan terpercaya.

Fungsi auditor internal juga sebaiknya berada independen atau terlepas dari struktur organisasi perusahaan sehingga tidak memiliki suatu kepentingan tertentu pada kegiatan operasional perusahaan dan tetap berfokus pada fungsi utama kegiatan internal audit. Sehingga ada 4 alternatif kedudukan internal auditor di dalam struktur organisasi menurut Sukrisno Agoes (2004) antara lain di bawah direktur keuangan (sejajar dengan akuntansi), staf dari direktur utama, staf dari dewan komisaris, atau dapat dipimpin tersendiri oleh direktur audit internal.

Sebagai tambahan, apabila manajemen merasa kegiatan audit internal yang dilakukan tidak mampu mencapai tujuan audit dengan baik maka dapat mempertimbangkan pemakaian jasa auditor eksternal perusahaan, dimana hal ini dapat berguna untuk menambah sifat independen dan reliabilitas dari kegiatan audit perusahaan dan memperkaya rekomendasi-rekomendasi tentang tindakan korektif yang perlu dilakukan perusahaan nantinya.

Kegiatan audit di dalam perusahaan yang dilakukan secara disiplin, independen, dan berkala akan membantu perusahaan untuk lebih lancar mencapai target dan visi yang diinginkannya. Bagi Anda yang memiliki pertanyaan lanjutan atau memerlukan jasa konsultasi mengenai audit internal maka dapat menghubungi kami di 0818521172 atau email ke : groedu@gmail.com. (Stan)