SISTEM INFORMASI SOFTWARE, CALL 081-8521172 ATAU 081-252-982900

PENTINGNYA MEMAHAMI BERBAGAI RESIKO-RESIKO DALAM BERBISNIS JASA PERHOTELAN

Perjalanan dari sebuah bisnis yang tidak mungkin akan bisa terlepaskan dari apa yang disebut dengan resiko, yaitu berupa kondisi dimana saat tersebut merupakan saat-saat atau waktu yang sangat tidak menguntungkan bagi perusahaan atau terjadinya kerugian bagi perusahaan. namun untuk kondisi seperti ini sebelumnya harus sudah diperhitungkan dengan sangat matang untuk berbagai persiapannya.

Misalnya saja seperti beberapa resiko terbesar dalam berbisnis perhotelan, adalah berupa terjadinya persaingan yang lebih ketat karena semakin banyaknya bermunculan hotel-hotel baru, bahkan juga dari manajemen hotel-hotel asing yang juga sudah mulai masuk ke dalam ranah bisnis perhotelan lokal, jumlah kunjungan yang tidak menentu, semakin menurunnya daya beli masyarakat terhadap bisnis pariwisata, menu-menu dari hidangan makanan yang tidak terlalu diminati, atau tentang bagaimana kondisi perekonomian yang sedang tidak stabil.

Demikian pula dalam hal pengambilan keputusan yang terkait dengan berbagai permasalahan keuangan, dimana pihak manajemen hotel juga harus lebih mempertimbangkan tentang adanya return (tingkat pengembalian) dan risk (resiko) nya. Tingkat pengembalian yang merupakan pendapatan terbesar yang harus bisa dihasilkan untuk menutup dana investasi yang didapatkan di masa mendatang, sedangkan untuk resiko adalah berupa berbagai kemungkinan-kemungkinan tentang adanya penyimpangan dari rata-rata tingkat pengembalian yang telah diharapkan. Resiko yang juga dapat diartikan sebagai sesuatu yang tidak terlalu menguntungkan dari hasil usaha yang diharapkan.

Dalam hal keuangan yang lebih dikenal dengan istilah “High Risk High Return” yaitu berupa keputusan keuangan yang memiliki resiko yang jauh lebih tinggi dan diharapkan dapat memberikan imbalan atau pengembalian yang jauh lebih besar. Demikian pula untuk sebaliknya, resiko yang lebih kecil akan bisa memberikan tingkat pengembalian yang juga lebih kecil.

Pengambilan keputusan yang terkait dengan berbagai urusan keuangan memang harus lebih mempertimbangkan resikonya dengan sangat cermat. Misalnya saja, jika sebuah hotel yang membangun banyak sekali fasilitas-fasilitas dan kamar-kamar, maka resiko dari bisnis yang harus dihadapai juga akan menjadi semakin besar. Dalam berbisnis perhotelan, semakin besar jumlah investasi dana yang akan digunakan, maka diharapkan akan mampu untuk memberikan hasil yang juga besar, namun untuk resiko yang besar juga tidak bisa terhindarkan.

Adanya faktor ketidakpastian yang juga merupakan resiko yang sangat tidak menguntungkan bagi jalannya bisnis perhotelan, karena kondisi seperti ini juga masih tidak dapat diprediksi. Misalnya saja seperti naik-turunnya jumlah kunjungan yang diakibatkan oleh terjadinya bencana alam, kebakaran, kerusuhan, atau peperangan.

Hotel adalah berupa bisnis jasa yang telah menyediakan akomodasi, makanan, dan minuman yang mana untuk jenis usaha ini akan dilakukan selama 24 jam secara terus-menerus. Selain untuk menjual kamar-kamar penginapan, hotel juga menyediakan jasa-jasa untuk penyewaan ruangan rapat, meeting, pernikahan, restoran, kolam renang dan juga untuk fasilitas olahraga serta berbagai fasilitas otlet-otlet lainnya, berbisnis dalam bidang perhotelan memang terbilang sangat fluktuatif yang mana juga masih sangat tergantung pada lokasi dari hotel tersebut. Misalnya untuk hotel yang berada di lokasi bisnis yang memiliki room occupancy dengan tingkat booking yang jauh lebih tinggi pada saat menjelang hari-hari kerja, dan pada saat akhir pekan akan menjadi semakin menurun. Sedangkan untuk hotel yang berada di kawasan wisata akan selalu full booked pada saat menjelang liburan, dan room occupancynya akan menjadi semakin menurun pada saat menjelang hari-hari kerja seperti biasanya.

Harga jual kamar hotel yang telah dipatok juga masih tidak menentu. Biasanya mereka akan memberikan harga diskon untuk menarik para tamu, meskipun sebenarnya untuk diskon tersebut juga tidak mungkin akan memberikan peningkatan terhadap penjualan jasa secara lebih signifikan. Jenis bisnis perhotelan adalah berupa bisnis jasa padat karya yang mampu menyerap banyak sekali tenaga kerja manusia daripada harus menggunakan mesin-mesin produksi seperti halnya jenis bisnis manufakturing.

Selain itu fasilitas yang dimiliki oleh hotel biasanya juga sangat lengkap dan lebih berkualitas tinggi, sehingga membutuhkan adanya jumlah investasi yang lebih besar. Padahal untuk jenis investasi pada umumnya lebih banyak hanya menggunakan dana dari hasil hutang jangka panjang saja. Berbisnis perhotelan yang memiliki jumlah asset-asset yang sangat besar, pendanaan hutang dan padat karya akan semakin menjadikan tingginya jumlah biaya tetap. Dengan melihat dari karakter masing-masing hotel tersebut bisa dikatakan bahwa berbisnis perhotelan seperti ini adalah jenis usaha dengan tingkat resiko yang sangat tinggi, sehingga dibutuhkan adanya pengelolaan keuangan yang cukup memadai untuk menekan berbagai resiko tersebut.

Penggunaan hutang dalam struktur keuangan perusahaan akan semakin menyebabkan perusahaan harus selalu siap untuk menanggung berbagai beban biaya bunga pinjaman secara periodik. Dan hal tersebut akan sangat mempengaruhi besar-kecilnya jumlah deviden yang akan diterima oleh para pemegang saham, karena perusahaan juga harus rela untuk membayar bunga sebelum akan melakukan pembagian laba terhadap para pemegang saham. Sehingga kemungkinan dari terjadinya resiko keuangan yang bisa menyebabkan terjadinya tingkat fluktuasi dari laba bersih akan menjadi semakin besar.

Maka dari itu, jika pengelola manajemen perhotelan dapat menggunakan dana yang telah diperolehnya dari hutang untuk bisa mendapatkan laba operasional yang jauh lebih besar lagi daripada beban-beban biaya dari bunga pinjaman, maka penggunaan hutangpun masih dapat memberikan keuntungan bagi perusahaan yang akan semakin meningkatkan jumlah pengembalian (return) bagi para pemegang sahamnya. Namun jika pihak manajemen tidak mampu menggunakan dana dengan lebih cermat dan tepat, maka perusahaan juga akan tetap mengalami kerugian.

Nah, itulah sedikit penjelasan tentang bagaimana memahami betapa pentingnya untuk mengetahui berbagai resiko-resiko dalam berbisnis jasa perhotelan. Semoga bisa bermanfaat bagi Anda sekalian, terutamanya bagi yang sedang memulai atau bahkan sudah lama menjalankan bisnis jasa perhotelan ini. Apabila anda membutuhkan pembimbinga dalam penyusunan laporan keuangan berbasiskan Sistem informasi manajamen (software), serta accounting service lainnya, silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-252-982900 atau 081-8521172. Tim kami siap membantu!

Tinggalkan komentar