PERBEDAAN-PERBEDAAN MENDASAR ANTARA ISO 45001 (TERBARU) DENGAN OHSAS 18001 (EFEKTIFITAS MANAJEMEN K3)

ISO 45001 merupakan sebuah standar internasional terbaru yang ditujukan untuk manajemen kesehatan dan keselamatan kerja (K3/OH&S), yang nantinya akan segera menggantikan standar OHSAS 18001. Lalu seperti apa perbedaan antara ISO 45001 dan OHSAS 18001? ISO 45001 adalah sebuah standar SMK3 yang memang dirancang oleh Komite proyek ISO dan pada awalnya sudah dijadwalkan untuk dipublikasikan pada akhir tahun 2016 yang lalu, namun akhirnya telah disepakati bersama untuk mundur dan berada di akhir tahun 2017. Terdapat sejumlah perbedaan diantara ISO 45001 dan OHSAS 18001.

Beberapa perbedaan utama diantara keduanya adalah sebagai berikut:

1. Perbedaan pertama adalah yang berkaitan dengan struktur.

ISO 45001 didasarkan kepada ISO Guide 83 (“Annex SL”) yang telah menetapkan struktur tingkat tinggi yang lebih bersifat umum, teks dan istilah serta definisi umum ini adalah untuk sistem manajemen (misalnya ISO 9001, ISO 14001, dan lain sebagainya). Struktur seperti ini bertujuan untuk lebih memfasilitasi terhadap proses implementasi dan integrasi dari beberapa sistem manajemen secara lebih harmonis, terstruktur dan tetap efisien.

2. Dalam standar terbaru terdapat fokus yang lebih kuat kepada “konteks organisasi”.

Pada ISO 45001, organisasi seharusnya tidak hanya harus lebih mempertimbangkan tentang apa itu sebenarnya isu dari K3 yang secara langsung akan sangat berdampak terhadap mereka, akan tetapi juga telah melibatkan masyarakat yang lebih luas dan tentang bagaimana kerja mereka bisa juga akan tetap berdampak kepada komunitas yang berada disekitarnya.

3. Beberapa organisasi yang menggunakan OHSAS 18001 lebih mendelegasikan tentang tanggungjawab kesehatan dan keselamatan kerja pada setiap manajer K3, daripada harus mengintegrasikannya dalam sistem operasional organisasi perusahaan.

Sedangkan ISO 45001 lebih menuntut untuk penggabungan dari aspek kesehatan dan keselamatan kerja dalam konteks dari keseluruhan sistem manajemen organisasi, dengan demikian akan lebih mendorong pihak top manajemen untuk memiliki peran kepemimpinan yang lebih kuat terhadap sistem manajemen dari K3.

4. ISO 45001 hanya lebih berfokus kepada pengidentifikasian dan pengendalian terhadap resiko daripada bahaya, sebagaimana telah dipersyaratkan dalam OHSAS 18001. ISO 45001 lebih mempersyaratkan bagi organisasi untuk mampu dalam memperhitungkan tentang bagaimana pemasok dan kontraktor harus mengelola resikonya sendiri. Dalam ISO 45001 beberapa konsep dasar yang telah berubah, seperti resiko, pekerja dan tempat kerja. Terdapat juga istilah lain dengan definisi terbaru seperti:

• Monitoring.
• Pengukuran.
• Efektivitas.
• Kinerja.
• Proses K3.

Dari beberapa organisasi yang telah menggunakan OHSAS 18001 yang lebih berfokus terhadap tanggungjawab kesehatan dan keselamatan kerja kepada tim dibawah manajer K3, daripada harus mengintegrasikannya dalam sistem operasional organisasi. Sedangkan ISO 45001 mengharuskan untuk menggabungkan dari sisi keselamatan kerja dan kesehatan dalam keseluruhan dari sistem manajemen organisasi internal perusahaan, dengan demikian akan semakin mendorong manajemen untuk memiliki peran control kepemimpinan terhadap sistem manajemen K3.

Meskipun terdapat beberapa perubahan, namun tujuan dari keseluruhan ISO 45001 akan tetap sama seperti OHSAS 18001, yaitu usaha untuk mengurangi terjadinya resiko yang tidak dapat diterima dan untuk memastikan keselamatan dan kesejahteraan semua orang yang terlibat dalam kegiatan organisasi perusahaan.

Nah, itulah penjelasan singkat tentang beberapa perbedaan-perbedaan mendasar dari ISO 45001 dan OHSAS 18001, semoga bisa bermanfaat bagi Anda sekalian dan terimakasih. Anda membutuhkan pembimbingan dalam ISO, silahkan hubungi 0818521172 atau 081-252-982900. Tim kami siap membantu!