MEMBUTUHKAN SOFTWARE ACCOUNTING, CALL 081-252-982900 (Wa)

BEBERAPA TAHAPAN-TAHAPAN TERCEPAT DALAM MENGHITUNG NILAI DARI LABA BERSIH USAHA ANDA

Kali ini konsultan manajemen outopilot membahasa mengenai rugi laba perusahaan. Tujuan utama dari setiap usaha yang selama ini sudah dijalankan tentunya adalah agar bisa mendapatkan pendapatan usaha yang cukup menguntungkan. Dan untuk bisa mendapatkan hal itu, maka setiap usaha juga tetap membutuhkan adanya sebuah strategi dan visi misi perusahaan yang lebih tepat.

Selain itu, banyak diantara beberapa pengusaha yang masih merasa kesulitan untuk bisa menghitung berapa besar laba bersih usahanya dengan lebih cermat dan tepat. Karena memang tidak bisa disangkal lagi, bahwa untuk bisa menghitung berapa besar nilai sebenarnya dari penghitungan labar bersih ini seringkali membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

Dan biasanya untuk hal-hal semacam ini bisa terjadi karena beberapa diantara para pengusaha tersebut masih terlalu banyak yang menggunakan metode konvensional (penghitungan manual) dalam menghitung berapa besar nilai dari laba usahanya. Dan karena alasan itulah, maka berikut ini merupakan beberapa tahapan-tahapan tercepat dalam menghitung berapa besar nilai dari laba bersih usaha Anda yang bisa Anda coba praktekkan mulai dari sekarang juga.

1. Menghitung seluruh pendapatan diluar usaha Anda.

Cara yang pertama ini adalah dengan jalan menghitung berapa besar pendapatan diluar usaha Anda. Dimana dan seperti apa yang dimaksud dengan pendapatan diluar usaha? Pendapatan diluar usaha adalah berupa pendapatan yang sudah didapatkan oleh sebuah usaha dari luar pendapatan utamanya.

Biasanya untuk jenis pendapatan diluar usaha ini adalah dan yang paling banyak didapatkan dari terjadinya selisih kurs, hasil sewa, tabungan sampai dengan pendapatan-pendapatan bunga bank. Meskipun bukan termasuk sebagai kategori pendapatan utama, namun Anda masih tetap harus menghitung pendapatan diluar usaha ini. Agar nantinya laporan dari laba bisnis Anda bisa menjadi lebih valid dan juga lebih mendetail.

2. Menghitung pengeluaran-pengeluaran dari luar usaha.

Cara selanjutnya agar Anda bisa mengetahui berapa besar nilai dari laba bersih usaha Anda adalah dengan jalan menghitung jenis pengeluaran-pengeluaran apa saja dari luar usaha Anda. Bahkan bisa dibilang, pada tahapan yang satu ini banyak sekali orang yang sudah melewatkan dan bahkan diantara mereka sudah mengabaikannya.

Padahal tahapan ini juga tidak kalah pentingnya dengan tahapan-tahapan yang lainnya. Dimana yang dimaksudkan dengan berbagai pengeluaran diluar usaha adalah berupa jenis-jenis pengeluaran yang seharusnya dikeluarkan di luar dari inti usaha yang sebenarnya. Biasanya pengeluaran diluar usaha ini adalah berupa biaya bunga bank sampai dengan biaya dari jasa bank.

3. Mencatat seluruh biaya-biaya untuk proses produksinya.

Dengan mencatat seluruh biaya-biaya proses produksi dengan lebih mendetail. Maka tentunya setiap usaha seperti apapun juga tetap membutuhkan yang namanya biaya produksi agar masih bisa tetap berjalan. Biaya produksi seperti ini biasanya juga sudah mencakup seputar bahan-bahan yang nantinya akan digunakan untuk kelanjutan proses produksi dari bisnis tersebut.

Laporan laba bersih dari usaha Anda tidak akan pernah bisa valid jika semua catatan-catatan dari biaya produksinya juga tidak valid. Dan untuk jenis biaya produksi sendiri biasanya akan terbagi menjadi dua macam jenis, yaitu:

• Biaya tetap yang merupakan biaya yang sudah pasti dan tidak akan berubah untuk setiap tahunnya.
• Biaya variabel yang merupakan jenis biaya yang tidak tetap atau biasanya juga masih tergantung dari jumlah produksi yang sudah dilakukan.

4. Menyusun laporan Laba Rugi usaha.

Selanjutnya yang terakhir setelah mencatat seluruh biaya-biaya yang harus dikeluarkan pada waktu proses produksi, maka langkah selanjutnya adalah dengan menyusun laporan laba rugi. Laporan laba rugi ini merupakan akumulasi dari pendapatan yang nantinya akan dikurangi dengan segala biaya-biaya produksi, biaya operasional sampai dengan biaya-biaya non operasional.

Sangat penting artinya untuk selalu diingat bahwa pada tahapan seperti ini Anda juga harus tetap melakukannya secara lebih mendetail dan juga lebih terperinci. Nah bagi Anda yang masih belum mengetahui tentang apa itu sebenarnya biaya operasional dan non operasional, maka berikut ini akan dijelaskan dengan sedikit lebih ringkas. Bahwa biaya operasional sederhananya adalah berupa biaya-biaya yang dibutuhkan untuk menunjang proses produksi dan sebut saja seperti contoh biaya air, listrik sampai dengan biaya gas. Sedangkankan untuk jenis biaya non operasional sendiri misalnya adalah berupa biaya penyusutan kendaraan sampai dengan biaya mesin-mesin produksi.

Barulah setelah semua poin-poin tersebut di atas sudah diketahui masing-masing nominalnya, maka Anda baru bisa mengetahui berapa besar nilai sebenarnya dari laba bersih usaha yang selama ini sudah Anda jalankan.

Semoga dari beberapa point-point yang sudah dijelaskan di atas tentang bagaimana tahapan-tahapan tercepat dalam menghitung laba bersih dari usaha Anda bisa bermanfaat dalam menambah wawasan Anda sekalian. Untuk menghitung laba rugi sebaiknya menggunakan software accounting yang berstandard akutansi Indonesia. Untuk memiliki software tersebut silahkan hubungi 081-252-982900 atau 081-8521172, kami siap membantu anda!