MEMBUTUHKAN KONSULTAN ISO, CALL 081-8521172

TAHAPAN YANG HARUS DILALUI PERUSAHAAN DALAM PROSES PENERAPAN KONSULTASI ISO 9001, ISO 14001, OHSAS 18001

Dalam proses untuk konsultasi ISO, termasuk ISO 9001, ISO 14001, OHSAS 18001 secara umum konsultan ISO akan mengarahkan kepada beberapa macam tahapan yang harus dilalui oleh perusahaan, dan tahapan tahapan untuk proses pelaksanaan kegiatan konsultasi sertifikasi ISO tersebut adalah sebagai berikut:

1. Kegiatan Diagnostic Assessment (Penilaian Diagnosis) atau Gap Analysis.

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mendapatkan gambaran yang lebih awal tentang bagaimana proses bisnis, penerapan dari sistem manajemen dan ketersediaan dari dokumen akan disesuaikan dengan persyaratan Standar ISO 9001, ISO 14001, OHSAS 18001. Selain itu tahapan pertama ini juga sangat berguna untuk mengetahui sejauh mana sistem yang (mungkin saja) sudah ada pada Perusahaan tersebut, apakah nantinya akan dilakukan revisi, pembuatan baru, atau harus dilakukan merger document, bahkan untuk penghilangan dokumen/form yang dianggap sama sekali tidak perlu.

2. Pelatihan Pemahaman Tentang Berbagai Persyaratan ISO 9001, ISO 14001, OHSAS 18001.

Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk memberikan pemahaman seputar apa saja persyaratan dari standar ISO 9001:2008, ISO 14001:2004, OHSAS 18001:2007 terhadap seluruh personil yang terlibat dalam penerapan ISO pada Perusahaan. Pelatihan ini harus diikuti oleh mulai dari tingkat level manajemen puncak sampai kepada tingkat pelaksana yang nantinya akan memberikan secara lebih mendetail seputar pemahaman tentang interpretasi dari klausul ISO 9001:2008, ISO 14001:2004, OHSAS 18001:2007.

3. Pengembangan Dokumen-Dokumen Kebutuhan Persyaratan ISO.

Proses selanjutnya adalah untuk pengembangan dokumen dari sistem manajemen, setelah mendapatkan gambaran yang lebih jelas dari flow process (alur proses), maka Konsultan ISO juga akan segera melakukan pengembangan dokumen, mulai dari pembuatan secara manual, prosedur yang telah dipersyaratkan oleh standar beserta rekamannya, dan juga prosedur lain yang memang diperlukan untuk memastikan tentang penerapan sistem manajemen pada proses bisnis di atas dapat sepenuhnya terkendali dan mampu berjalan dengan efektif. Selain itu juga harus ditetapkan pula kebijakan-kebijakan perusahaan beserta sasaran-sasaran perusahaan yang nantinya akan bisa dicapai dengan diterapkannya standar dari sistem manajemen seperti ini.

4. Memulai Penerapan Sistem Manajemen dan Proses Monitoringnya.

Setelah dokumen mutu yang dibutuhkan sudah sesuai dengan berbagai persyaratan ISO 9001, ISO 14001 dan OHSAS 18001, maka akan dilakukan review ulang dan akan disahkan oleh pihak manajemen, tahapan selanjutnya adalah dengan menjalankan sistem manajemen tersebut dalam keseharian dari proses operasional pada perusahaan. Selama kegiatan dari penerapan sistem manajemen, seorang konsultan juga harus melakukan monitoring tentang berbagai kegiatan untuk memastikan bahwa system memang sudah dijalankan dengan konsisten serta untuk membantu apabila terjadi ketidaksesuaian dalam penerapan dari system tersebut.

5. Pelaksanaan Audit Mutu Secara Internal dan Tinjauan Dari Sisi Manajemen.

Tujuan dari pelaksanaan audit internal adalah untuk mengukur tingkat efektifitas dari penerapan sistem manajemen yang sudah diterapkan sebelumnya. Namun sebelum pelaksanaan audit internal ini dilaksanakan, maka pihak konsultan ISO akan memberikan pelatihan audit internal terhadap para calon-calon auditor internal. Pelatihan seperti ini bertujuan untuk memastikan bahwa para calon auditor tersebut memang memiliki kompetensi yang dibutuhkan untuk menjalankan tugas-tugasnya sebagai tim auditor internal perusahaan.

Setelah pelaksanaan audit internal selesai, maka harus dilaksanakan disertai dengan pelaksanaan perbaikan-perbaikan terhadap ketidaksesuaian yang telah ditemukan, maka selanjutnya adalah fase penerapan ISO 9001, ISO 14001, dan OHSAS 18001 akan dilanjutkan dengan pelaksanaan rapat peninjauan manajemen. Rapat peninjauan manajemen ini akan membahas antara lain tentang: hasil dari pelaksanaan audit internal, tindakan perbaikan-perbaikan yang telah atau sedang dilaksanakan, pembahasan tentang kinerja proses dan pencapaian sasaran dan lain sebagainya.

6. Proses Sertifikasi Sistem Manajemen Mutu ISO 9001, ISO 14001, OHSAS 18001.

Setelah semuanya sudah dianggap siap, maka fase terakhir adalah berupa proses sertifikasi oleh badan sertifikasi. Dalam hal ini konsultan ISO akan tetap mendampingi pada saat terjadinya proses audit oleh badan sertifikasi yang telah ditunjuk. Dan kepastian untuk kelulusan adalah 100% dalam proses Audit oleh Badan Sertifikasi.

Nah, itulah beberapa tahapan-tahapan tentang proses sertifikasi ISO 9001, ISO 14001, dan OHSAS 18001 yang harus dilalui oleh perusahaan yang ingin menerapkan standar ISO. Semoga bisa bermanfaat bagi Anda sekalian dalam menambah wawasan tentang apa saja tahapan-tahapan dalam proses sertifikasi ISO 9001, ISO 14001, dan OHSAS 18001. Apabila pembaca membutuhkan informasi terkait artikel di atas, dan pembimbingan dalam perolehan sertificasi terkait artikel di atas silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak ke 081-8521172 atau 081-252982900. Kami siap membantu!