MEMBUTUHKAN KONSULTAN HRM, CALL 081-8521172 ATAU 081-252-982900

KARAKTERISTIK KEY PERFORMANCE INDICATOR (KPI) DAN BEBERAPA INDIKATORNYA TERHADAP DIVISI HUMAN RESOURCE (HR) PERUSAHAAN

Indicator performa atau yang biasa disebut dengan Key Performance Indicator (KPI), merupakan sebuah standar alat ukur yang sangat membantu untuk mengetahui seberapa tinggi tingkat pencapaian kinerja perusahaan Anda. Hal ini mungkin saja seperti terdengar begitu sepele dan terutamanya adalah jika perusahaan Anda memang sebelumnya sudah memiliki skema tersendiri dalam menentukan target pencapaian yang lebih jelas, namun pada penerapan yang sesungguhnya, KPI juga masih tetap dijadikan sebagai suatu dasar acuan dalam menentukan bagaimana performa perusahaan, apakah sudah seperti yang apa yang selama ini Anda harapkan atau masih belum.

Bayangkan saja, jika perusahaan Anda sudah memiliki target yang paling utama, yaitu untuk mendapatkan pelanggan baru. Jelas sudah ini merupakan sebuah target yang paling nyata dan cukup relevan. Lantas, sekarang bagaimana KPI akan dapat membantu perusahaan Anda sebagai alat. Apakah sudah tercapai atau tidaknya suatu target tersebut? Dengan adanya KPI ini, maka Anda setidaknya akan dapat membayangkan sendiri bagaimana langkah-langkah selanjutnya yang harus segera diambil dan hal-hal seperti apa saja yang harus dilakukan jika setiap target tersebut tidak dapat tercapai.

Karena alasan itulah, maka KPI ini sangat wajib untuk diterapkan pada setiap masing-masing perusahaan, dan biasanya tanpa terkecuali untuk bidang/divisi human resources atau departemen HR. Seperti apa yang sudah disangkakan oleh kebanyakan orang, bahwa divisi inilah yang paling bertanggung jawab dalam penyusunan KPI. Dan hal semacam ini akan mengakibatkan KPI mereka akan semakin lebih terbengkalai. Dan hal semacam itu juga tidak boleh sampai terjadi, perhatikan tentang beberapa KPI khusus untuk divisi HR berikut ini yang wajib untuk diterapkan pada perusahaan Anda.

1. Lalu sekarang yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana untuk menyusun KPI yang secara khusus ditujukan terhadap divisi HR perusahaan?

Sebelum masuk ke poin-poin apa sajakah yang setidaknya harus ada pada KPI untuk divisi HR, ada baiknya bagi Anda untuk mengetahui terlebih dahulu bagaimana karakteristik sebenarnya dari KPI itu sendiri. Sebuah KPI yang terbaik untuk perusahaan hendaknya harus memiliki beberapa karakteristik-karakteristik tertentu, yaitu:

• KPI harus konkret, memiliki target yang lebih jelas dan terperinci.
• KPI yang baik harus lebih terukur. Pastikan hal-hal yang berada pada KPI merupakan hal-hal yang masih dapat diukur oleh indikator tertentu.
• KPI harus lebih realistis. Anda tidak boleh menentukan target yang terlalu muluk-muluk dan terlalu sulit untuk bisa dicapai.
• KPI harus lebih relevan. Pastikan bahwa Anda memilih indikator yang memang berkaitan dengan perusahaan.

Nah, sekarang Anda sudah mengetahui bagaimana KPI yang seharusnya. Untuk mengetahui KPI seperti apa saja yang paling tepat untuk departemen HR, maka Anda harus memperhatikan sedikit penjelasan di bawah ini.

2. Tingkat absensi kerja karyawan.

Dalam indikator yang satu ini, yang mulai akan diukur adalah tingkat kehadiran karyawan. Entah itu karena izin, sakit, maupun absen yang sama sekali tidak disertai dengan keterangan (alfa). Mengapa KPI jenis ini sangat penting untuk departemen HR? Dari tingkat kehadiran karyawan inilah, maka Anda akan bisa memperhitungkan beberapa nilai lainnya. Tidak hanya prediksi seputar absensi karyawan di masa yang akan datang saja, namun juga tentang hal-hal lainnya yang lebih mendalam.

Dari tingkat kehadiran karyawan, Anda juga masih bisa mengetahui nilai motivasi dan keterlibatan dari seorang karyawan. Seorang karyawan yang terlalu sering absen bekerja memiliki kecenderungan nilai motivasi dan keterlibatannya bagi perusahaan yang sangat rendah. Penyebabnya adalah karena karyawan yang terlalu sering absen sangat kurang memiliki rasa kepemilikan terhadap perusahaan, dan akibatnya dia akan merasa enggan untuk terlibat langsung dalam setiap kegiatan perusahaan. Untuk membantu dalam memonitor absensi karyawan, maka Anda bisa menggunakan aplikasi HR.

3. Rata-rata berapa banyak waktu yang dibutuhkan untuk mencapai sebuah target dari perusahaan.

Poin yang satu ini merupakan sebuah indikator untuk mengukur bagaimana tingkat efisiensi kerja dari setiap masing-masing karyawan. Anda masih dapat mengukurnya dengan memberikan tugas atau berupa target-target khusus dalam rentang waktu tertentu. Jika memang karyawan mampu menyelesaikan sesuai dengan target waktu yang telah ditentukan, maka dia bisa lolos dalam indikator tersebut.

Dan dari sinilah maka Anda akan dapat dengan mudah mengukur berapakah waktu untuk proses produksi yang paling banyak dibutuhkan oleh perusahaan. Dengan demikian, maka Anda akan segera mengetahui jika perusahaan masih mengalami keterlambatan produksi. Pada saat Anda bisa dengan segera mengetahui penyebabnya, maka berbagai upaya penyelesaian permasalahannyapun bisa dilakukan dengan semakin lebih cepat.

4. Durasi jam kerja dari setiap masing-masing posisi jabatan.

Waktu atau durasi dari kerja dari setiap masing-masing posisi tidak mungkin sama dengan durasi jam kerja dalam satu hari, namun masih terkait dengan seberapa tinggi tingkat ketahanan dari para karyawan tersebut pada sebuah posisi. Pada saat seorang karyawan yang tidak mengalami kenaikan pangkat atau promosi jabatan, maka akan semakin lebih besar pula kemungkinan baginya untuk resigh/pergi dari perusahaan tersebut.

Dari sinilah, maka selanjutnya Anda akan bisa mengukur sampai sejauh manakah waktu dari rata-rata karyawan untuk bisa tetap bertahan pada satu posisi jabatan. Dengan demikian, maka Anda akan bisa mengetahui kapan saat yang paling tepat untuk melakukan promosi jabatan dari seorang karyawan. Pada saat mereka sudah mengetahui berapa kisaran dari rata-rata durasi jam kerja, maka Anda juga akan bisa menentukan waktu yang paling tepat untuk proses perekrutan karyawan baru selanjutnya.

5. Training yang selama ini sudah dilakukan terhadap para karyawan.

Salah satu program terbesar dalam departemen HR adalah berupa pelatihan untuk para karyawan. Hal semacam ini menjadi sangat penting untuk pengembangan dari karyawan itu sendiri dan tentunya untuk kelangsungan hidup dari perusahaan. Poin yang satu ini harus ada dengan tujuan untuk mengetahui apakah program training yang selama ini sudah dilakukan mampu membuahkan hasil atau malah justru tidak efektif sama sekali.

Dalam poin ini, jangan melupakan juga untuk menghitung berapa besar biaya yang harus dikeluarkan untuk sebuah pelatihan. Dan seperti ini memang sangat penting untuk menghitung berapa besar uang perusahaan yang sudah dihabiskan pada proses pengembangan karyawan. Dengan demikian, maka Anda akan dapat merencanakan pengeluaran perusahaan dengan lebih cermat lagi.

6. Berapa lama waktu yang diperlukan untuk menempatkan karyawan baru pada sebuah jabatan.

Agenda terpenting dari divisi HR selain training adalah berupa proses rekrutmen pekerja. Indikator yang satu ini akan digunakan untuk mengukur sampai seberapa panjang waktu yang paling banyak dibutuhkan oleh divisi HR untuk menempatkan karyawan baru pada sebuah posisi jabatan. Hal ini bertujuan untuk mengukur sampai seberapa tinggi tingkat efektivitas dari sebuah proses rekrutmen karyawan. Pada saat Anda sudah mampu mengetahui tingkat efektivitas dari sebuah proses rekrutmen, maka metode terbaiknya juga bisa diketahui dengan lebih mudah.

Selain itu, poin yang satu ini juga akan sangat membantu Anda untuk mengetahui apakah pihak manajemen dalam melakukan penanganan terhadap para karyawan sudah membaik atau masih belum. Pada saat sebuah posisi di internal perusahaan masih kosong, maka akan muncul beberapa macam kemungkinan, yaitu: apakah kesalahan yang memang terdapat pada sumber daya manusia atau malah justru pada perusahaan itu sendiri. Nah, indikator seperti inilah yang memang berfungsi untuk menilai hal tersebut.

Agar perusahaan masih bisa tetap ada dan bisa terus berkembang, maka dibutuhkan adanya sebuah indikator/KPI perusahaan. Untuk setiap divisi pada internal perusahaan pastinya tetap membutuhkan KPI, termasuk juga untuk divisi HR. Namun, KPI untuk divisi HR seringkali malah diabaikan karena indikatornya masih kurang terlalu dimengerti. Semoga sedikit penjelasan tentang beberapa karakteristik dari Key Performance Indicator (KPI) dan beberapa indikatornya untuk divisi HR perusahaan dapat membantu Anda dalam menentukan KPI yang paling cocok untuk HR perusahaan Anda. Jika bapak ibu membutuhkan artikel terkait di atas lebih lanjut dan menginginkan bantuan dalam manajemen sumber daya manusia dan silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak ke 081-8521172 atau 081-252-982900. Tim kami siap membantu. Terima kasih.

Tinggalkan komentar