MANAJEMEN OUTOPILOT BISNIS KELUARGA, CALL 081-8521172, 081-252-982900

TIPS MEMPERTAHANKAN DAN MENJAGA KEBERHASILAN MANAJEMEN BISNIS KELUARGA DARI GENERASI AWAL KEPADA GENERASI SELANJUTNYA

Sekarang jasa konsultan menajemen outopilot mengulas artikel terkait bisnis keluarga yang dialihkan ke generasi berikutnya. Menurut Anda, bagaimana sebuah perusahaan yang cukup besar dan mapan yang berawal dari sebuah bisnis kecil keluarga yang kemudian seiring dengan berjalannya waktu menjadi semakin berkembang pesat dan bahkan semakin menjelma menjadi salah satu perusahaan raksasa yang menyumbangkan sebagaian besar hasilnya untuk pendapatann daerah? Salah satu contoh dari perusahaan raksasa dunia yang berasal dari bisnis kecil keluarga dan masih sanggup bertahan sampai saat ini adalah perusahaan pensil asal Jerman, Fiber Castel yang pada saat ini masih dikelola oleh generasi ke – 7 Castell.

Mungkin saja kita pernah mendengar adanya sebuah opini jika ujian terbesar dalam dunia bisnis keluarga ini adalah melalui perpindahan dari generasi ke generasi selanjutnya, terutamanya yang dianggap paling membahayakan adalah dari generasi ke 3.

• Generasi pertama adalah sebagai generasi pendiri (generasi perintis/pendiri start awal).
• Kemudian selanjutnya dikembangkan dan dibesarkan lagi oleh penerus generasi kedua (generasi pengembang).
• Dan yang terakhir adalah generasi ketiga yang malah menghancurkan dan membubarkan bisnis keluarganya sendiri (masa penurunan generasi penerus).

Pandangan tersebut memang banyak terjadi pada kebanyakan bisnis keluarga, namun juga tidak sepenuhnya benar, terlebih lagi jika perusahaan keluarga tersebut malah mampu melakukan perombakan (re strukturisasi) struktur organisasi dari tahun ke tahun selanjutnya dan membuat struktur perombakan manajemen perusahaan dengan lebih tepat serta sudah menemukan prinsip manajemen organisasi bisnis yang benar, maka perusahaan tersebut akan menjadi semakin berkembang pesat dan mampu menjaga warisan bisnis dari generasi ke generasi selanjutnya.

Mengelola sebuah bisnis keluarga sebenarnya juga bisa memberikan keuntungan tersendiri bagi yang mengelolanya. Karena sudah sangat paham dengan masing-masing karakter dan sudah saling mengenal satu sama lain dalam jajaran struktur bisnis keluarga, maka akan semakin mempermudah dalam hal berkomunikasi atau menyampaikan ide-idenya tanpa adanya sedikitpun rasa canggung, sehingga komunikasi akan dapat berjalan dengan lebih terbuka.

Selain itu dengan cara mengelola bisnis bersama milik keluarga, maka keuntungan yang akan diperolehnya juga akan menjadi milik bersama. Dengan demikian setiap anggota keluarga yang sudah terlibat didalamnya akan terus berusaha dengan semaksimal mumgkin untuk mengelola dan mengembangkan bisnisnya agar mampu menghasilkan keuntungan yang lebih besar lagi. Pada saat bisnis sedang mengalami kendala atau tidak dapat berjalan sesuai dengan harapan yang diinginkan, maka mereka yang sudah terlibat di dalamnya akan saling menguatkan satu sama lain dan memberikan dukungannya kepada perusahaan.

Meskipun bisnis ini sudah dikelola secara bersama-sama dengan anggota keluarga lain, namun bukan berarti bisnis ini juga tidak pernah menghadapi permasalahan. Permasalahan yang seringkali harus dihadapi oleh bisnis keluarga ini adalah berupa konflik internal keluarga yang mana setiap masing-masing anggota keluarga juga memiliki kepentingannya sendiri, sehingga sangat beresiko besar bahwa bisnis keluarga tersebut akan mengalami perpecahan dalam internal manajemen perusahaannya.

Dalam mengelola bisnis keluarga setidaknya terlebih dahulu harus didasari dengan adanya pertimbangan dan kesepakatan bersama dalam hal pencapaian visi dan misi yang sudah pernah dibangun sejak dari awal, tetap saling terbuka antar sesama anggota keluarga lain, serta lebih transparan terhadap segala hal yang berhubungan langsung dengan perusahaan, terlebih lagi jika sudah menyangkut hal yang paling vital, yaitu permasalahan pembagian hak keuntungan untuk setiap masing-masing anggota keluarga.

Tips Sukses Dalam Mengelola Manajemen Bisnis Keluarga (Bisnis Internal Keluarga)

1. Terlebih dahulu harus menetapkan peraturan bagi setiap anggota keluarga yang sudah terlibat dalam bisnis.

Meskipun bisnis sudah berjalan lancar dengan dihandle oleh masing-masing orang yang masih berada dalam lingkaran internal keluarga, namun bukan berarti akan dapat dijalankan dengan semaunya sendiri. Peraturan harus tetap dibuat sebagai dasar acuan dalam menghargai kinerja antar sesama anggota keluarga. Membuat peraturan, menentukan visi dan misi perusahaan, menjabarkan deskripsi pekerjaan, dan adil dalam hal pembagian hasil usaha harus selalu dikomunikasian bersama dengan lebih terbuka.

Selain itu mereka yang sudah terlibat didalamnya juga harus memahami tentang apa saja yang menjadi visi dan misi perusahaan agar semakin memotivasi mereka dalam melakukan yang terbaik bagi perusahaan. Dengan adanya peraturan tersebut, maka setiap masing-masing individu akan saling memahami seperti apa yang menjadi tugas dan tanggungjawabnya masing-masing dan semakin mendorong mereka untuk lebih displin dalam mentaatinya.

2. Memilih pemimpin dari salah satu anggota keluarga yang dirasa cukup mampu dalam membuat keputusan-keputusan penting dan berdasarkan dari hasil rapat keluarga.

Seperti pada penjelasan di atas, bahwa salah satu kelebihan dalam menjalankan bisnis keluarga ini adalah adanya kemudahan dalam berkomunikasi, yang mana dari setiap individu yang terlibat didalamnya akan dapat dengan mudah untuk mengutarakan ide maupun masukan-masukan bagi perusahaan. Namun, tanpa adanya pemimpin, maka sebuah keputusan bisnis tidak akan dapat diambil dengan tepat. Dalam bisnis jenis apapun, juga masih tetap membutuhkan adanya pemimpin yang akan membimbing dan mengarahkan anggotanya dalam mencapai tujuan perusahaan. Seorang pemimpin hendaknya harus dipilih berdasarkan dari ketrampilan dan kemampuannya dalam memimpin serta yang lebih penting lagi adalah tidak ada salah satu atau beberapa anggota keluarga yang merasa keberatan dengan kepemimpinannya.

3. Memisahkan antara kepentingan pribadi dan kepentingan bisnis.

Bisnis keluarga yang sudah dijalankan bersama-sama dengan anggota keluarga lainnya. Menyebabkan untuk rentan terjadinya konflik pada internal bisnis keluarga. Pada saat sudah terjadi konflik, maka hendaknya memilah-milah antara mana yang menjadi permasalahan internal keluarga dengan mana yang terkait dengan urusan internal bisnis. Jika konflik pribadi yang kemudian terbawa kedalam urusan bisnis, maka akan sangat menganggu berjalannya proses bisnis. Misalnya, pada saat pemimpin yang memberikan masukan atau sedang menegur terhadap kinerja dari salah satu staffnya yang juga adalah anggota keluarganya sendiri, maka staff tersebut juga harus mampu menerimanya dengan lapang dada dengan tetap profesional.

4. Menjaga komunikasi yang tetap transparan dan terbuka terhadap anggota keluarga lainnya yang juga terlibat didalam internal bisnis keluarga.

Meskipun sudah seringkali bertemu, namun juga tidak ada salahnya jika menentukan waktu-waktu tertentu untuk mendiskusikan permasalahan bisnis dengan bersama-sama. Setiap anggota keluarga yang sudah terlibat diharapkan untuk bisa menyampaikan masukan-masukan atau saran-saran yang terkait dengan berjalannya bisnis keluarga atau berbagai kendala yang harus dihadapi dalam berbisnis keluarga. Membicarakan permasalahan seperti ini tidak harus dilakukan di kantor saja, namun bisa juga dilakukan pada saat sedang suasana berkumpul atau sedang ber rekreasi bersama-sama keluarga besar lainnya.

Nah, sekarang Anda sudah mengerti bukan tentang bagaimana tips dalam mempertahankan dan menjaga keberhasilan bisnis keluarga dari generasi awal kepada generasi penerus selanjutnya. Semoga bisa bermanfaat dalam menambah wawasan Anda sekalian, anda membutuhkan informasi terkait artikel di atas dan membutuhkan pembimbingan dalam merapikan management, pembimbingan ke generasi berikutnya, serta membutuhkan SOP dan software accounting. Silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252982900. Kami siap membantu. Terima kasih.