LEBIH EFEKTIF MANA MENDIRIKAN KANTOR CABANG ATAU GUNAKAN DISTRIBUTOR?

Apabila Anda berencana ingin segera membuka kantor cabang sendiri, maka setidaknya Anda membutuhkan SDM-SDM berkualitas yang cukup banyak untuk menempati kantor cabang baru tersebut, terutama sekali SDM untuk posisi-posisi vital seperti manajerial atau kepala cabang dan para supervisor. Apabila dilakukan dengan jalan membuka kantor cabang baru, agar principal bisa berhasil dalam membuka kantor cabang baru, maka yang harus dilakukan adalah step by step (dengan jalan bertahap), tidak langsung terburu-buru untuk membuka kantor cabang baru secara keseluruhan.

Untuk cara seperti ini memang terbilang sangat efektif untuk jangka panjang. Namun tentunya akan membutuhkan waktu yang tidak sebentar agar bisa benar-benar 100% beroperasi secara penuh. Dan untuk cara seperti ini terbilang sangat rentan apabila kantor pusat sendiri masih lemah dalam hal penerapan sistem manajemennya, karena untuk membuka kantor cabang baru secara serentak, Ibaratnya, sama seperti jika ingin mengkloning (memperbanyak) seekor domba, maka setidaknya harus mencari bibit-bibit domba yang terbaik terlebih dahulu. Begitu pula apabila Anda ingin menggandakan kantor cabang baru, maka sebaiknya kantor induk harus terlebih dahulu memperbaiki sistem manajemennya agar menjadi lebih baik, maka barulah selanjutnya system manajemen tersebut akan bisa langsung diaplikasikan terhadap kantor cabang baru yang ingin dibuka.

Agar bisa mewujudkan hal seperti ini, maka tidaklah mudah untuk bisa dilakukan, namun bukan berarti tidak mungkin untuk bisa dilakukan oleh principal yang menginginkan produknya segera terdistribusikan dengan baik ke seluruh wilayah-wilayah yang ingin dijangkau. Karena hal ini juga berhubungan langsung dengan berbagai program-program pemasaran lainnya yang lebih bersifat Nasional seperti mengiklankan produk melalui televisi, selebaran brosur, pada media-media cetak. Apabila produk tidak mampu terdistribusikan pada seluruh wilayah, maka produsen hanya akan melakukan hal yang sia-sia saja dengan membuang-buang uang untuk beriklan pada media-media tersebut.

Penggunaan Jasa Distributor Sebagai Kepanjangan Tangan Principal

Namun jika ingin menggunakan jasa distributor, maka principal tidak perlu lagi merasa pusing dengan SDM yang ada. Karena setiap distributor sudah pasti memiliki SDM-nya sendiri atau berbagai infrastruktur-infrastruktur lainnya yang dibutuhkan oleh principal dalam memasarkan produknya. Infrastruktur tersebut antara lain adalah, seperti: gudang, kantor, dan armada pengiriman, peralatan kantor, dan berbagai sistem IT-nya masing-masing. Yang terpenting adalah principal tidak perlu lagi harus dipusingkan untuk mencari-cari pelanggan baru. Karena para distributor biasanya sudah memiliki pelanggan tetap mereka sendiri. Jadi, produsen hanya tinggal melakukan kerjasama dengan distributor dan principal akan bisa lebih fokus untuk bekerja dalam memasarkan produknya. Hal inipun akan sama apabila principal ingin mendirikan kantor cabang baru yang hars tersebar di seluruh wilayah yang ingin dijangkau. Bagi principal hal seperti ini akan menjadi jauh lebih mudah daripada harus memaksakan diri untuk mendirikan kantor cabang baru yang akan dilakukan secara serentak.

Selain hal itu, para SDM juga tidak seluruhnya siap pakai. Begitu pula apabila sudah menyangkut tentang hal-hal yang begitu krusial adalah berupa permasalahan pelanggan. Agar bisa mendapatkan pelanggan, maka harus mencarinya terlebih dahulu. Dan jika Anda ingin mendirikan kantor cabang baru, maka harus memberikan berbagai pelatihan agar sebuah organisasi internal kantor cabang bisa secepatnya beroperasi dengan baik. Sementara itu apabila Anda lebih memilih untuk memasarkan produk melalui jasa distributor, maka semuanya sudah tersedia. Jikapun ingin memperbaikinya, maka Anda hanya perlu dengan melakukan pelatihan manajemen untuk distributor tersebut, terutama sekali pada sektor sales force, bukan hanya secara basic, akan tetapi juga berupa penyatuan visi dan misi.

Secara prinsip, distributor memang sudah dapat diandalkan dengan sangat baik. Namun pada akhirnya, pada saat seperti ini terutama pada saat bahan bakar sudah menjadi semakin naik dan persaingan dunia bisnis sudah semakin ketat, maka principal akan lebih memilih untuk menggunakan jasa distributor daripada harus membuka kantor cabang baru untuk sebuah “percepatan pencapaian” dari sebuah penyaluran bisnis. Hak tunggal dalam sebuah pemasaran produk sudah sanbgat jelas terlihat, karena principal telah memberikan wilayah penjualannya kepada para distributornya.

Selain itu, distributor juga rata-rata tidak akan pernah mau untuk memasarkan produk yang tidak memiliki sistem territorynya sendiri, misalnya semua orang bisa menjadi distirbutor dengan wilayah penjualan secara bebas. Hal ini sudah jelas sangat tidak disukai karena distributor tidak akan pernah mendapatkan keuntungan karena harganya sudah pasti akan rusak. Principal yang profesional tidak akan membuat distributor semakin bertambah bingung dengan hal-hal seperti ini, namun akan memberikan wilayah yang sebelumnya sudah ditetapkan dalam sebuah perjanjian kerjasama.

Serta dalam perjanjian tersebut sebuah distributor tidak diperbolehkan untuk memasuki wilayah dari distributor lainnya dalam satu principal. Namun hal ini akan menjadi berbeda apabila melakukannya dengan memasuki wilayah dari distributor lainnya. Juga akan menjadi berbeda jika melakukannya dengan menggunakan system trading, maka para trader masih tetap bisa masuk ke dalam seluruh wilayah-wilayah penjualan yang telah dikehendakinya. Principal dalam multidistributor tidak akan bekerja sama dengan cara trader seperti ini. Mereka akan lebih mengutamakan agar para distributor lebih fokus dalam mengelola setiap wilayah-wilayah penjualan potensialnya masing-masing. Dengan cara demikian, maka kinerja distributor akan bisa semakin lebih maksimal.

Bahkan dalam mendukung kinerja para distributornya, sampai ada beberapa principal yang rela untuk membantu sampai kepada sistem operasional distributor dengan mengaplikasikan sofware dalam internal distributor. Meskipun demikian, distributor tetap bisa menggunakan aplikasi lainnya untuk keperluan distribusi barangnya sendiri. Program komputer dari principal biasanya hanya lebih banyak digunakan untuk menarik data-data tentang inventory, data transaksi, dan juga data pelanggan. Data-data yang telah ditarik hanya untuk kepentingan perencanaan produksi dan pengiriman produk, analisis pasar, dan juga analisis untuk program promosi. Selain untuk kegiatan tersebut, principal juga akan mengatur sistem dan prosedur dari program-program promosi yang tetap saling berkesinambungan melalui pemberitahuan, atau proposal-proposal yang akan dikirimkan.

Sistem hubungan antara distributor dan principal jelas dan akan dilindungi dengan undang-undang yang mengikat. Isi dari perjanjian itu bisa berupa wilayah penjualan, harga dan diskon yang akan diberikan, jangka waktu pembayaran dari distributor kepada principal, tata cara retur barang minimal, pengiriman barang, jaminan, jangka waktu selesai, perjanjian kerja sama, serta banyak lagi hal-hal penting lainnya. Isi dari surat perjanjian distribusi jelas lebih mengatur tentang kerjasama dari keduanya, win-win solution. Hanya dalam hal ini memang posisi principal sebagai pemilik barang memang jauh lebih baik apabila dibandingkan dengan distributornya. Namun, selama distributor bisa bekerja sesuai dengan keinginan principalnya maka distributor akan tetap bisa bertahan lama dengan kerjasama tersebut.

Oleh karena itu, sistem yang sudah dibangun dengan sangat baik, maka tidak ada satupun dari kedua belah pihak yang akan dirugikan, kecuali memang terdapat itikad yang tidak baik dari salah satunya, entah itu adalah pihak principal atau distributornya. Namun biasanya, bagi perusahaan-perusahaan yang sudah memiliki nama besar tidak akan sembarangan dalam hal memilih untuk menjalin kerjasama dengan para distributor, karena pada saat principalnya sudah mulai berani untuk berlaku sewenang-wenang dalam memutuskan kerjasama dengan distributornya, maka tidak akan menutup kemungkinan bahwa distributor tersebut akan melakukan gugatan terhadap principalnya. Banyak sekali terjadi kasus-kasus seperti ini dan nilai dari uang yang harus dikeluarkan oleh principal untuk mengganti komitmennya terhadap distributorpun bisa dibilang lumayan besar, bisa mencapai angka milyaran Rupiah. Oleh karena itu, apabila masih terdapat principal yang dengan sengaja dan berani dalam melakukan tindakan seperti ini, maka selain tidak akan dipercaya lagi oleh distributor, mereka juga akan terkena beban yang bisa digugatkan oleh distributornya.

Itulah sedikit pembahasan tentang lebih efektif menggunakan cara seperti apa dalam memperluas jangkauan bisnis Anda? Apakah dengan jalan memilih untuk membuka kantor cabang baru atau dengan jalan menggunakan jasa distributor yang sudah benar-benar siap segalanya, hanya tinggal pelaksanaannya saja. Semua itu akan kembali lagi kepada setiap masing-masing bisnis, semoga bisa bermanfaat. Apabila bapak ibu membutuhkan pembuatan Distributor baru atau kantor cabang baru dengan set up management modern, silahkan hubungi 0818521172 atau 081-252-982900, kontak Frans. Kami siap membantu. Terima kasih!