JASA PEMBUATAN FEASIBLE STUDY, CALL : 0818521172 ATAU 081-252-982900

LANGKAH-LANGKAH DALAM MELAKSANAKAN PRA-ANALISIS DAN ANALISIS STUDI KELAYAKAN (FEASIBILITY STUDY) BISNIS

Untuk melakukan feasibility study (studi kelayakan), maka setidaknya Anda harus melalui beberapa tahapan/langkah-langkah, yaitu sebagai berikut:

• Langkah Pertama (1): Melakukan tindakan pra-analisis.

Studi kelayakan bisnis bisa menjadi sebuah proses yang menyita banyak waktu dan biaya. Karena itulah, maka sangat penting bagi para pengusaha sekalian untuk melakukan studi pra-analisis terlebih dahulu. Langkah ini bertujuan untuk pra-penyaringan dari tindakan yang nantinya akan diajukan dan untuk pengkajian ulang apakah penilaian terhadap kelayakan seperti ini memang benar-benar cukup layak untuk dilakukan atau tidak, meskipun akan menyita banyak waktu dan biaya.

Pra-analisis juga terdiri dari empat macam prosedur utama, yaitu:

1. Anda harus membuat secara garis besar tentang ide atau aksi apa yang ingin Anda rencanakan. Maksudnya adalah, untuk menemukan apa yang ingin Anda capai dan mengapa bisa demikian?
2. Anda sebaiknya harus memeriksa terlebih dahulu tentang bagaimana kondisi pasar yang sebenarnya. Anda tentunya menginginkan untuk mendapatkan informasi tentang jenis orang seperti apa yang lebih berpotensi untuk menjadi pelanggan produk Anda bukan.
3. Anda juga harus mengetahui tentang apa saja keunikan, karakteristik, keunggulan sekaligus juga kelemahan dari produk usaha Anda.
4. Anda harus menentukan apakah terdapat resiko yang tidak mungkin bisa Anda atasi terhadap tindakan tersebut?

Jangan lupa, bahwa yang Anda lakukan saat ini hanyalah tindakan pra-analisis untuk merasakan sendiri tentang bagaimana nuansa situasi dari keseluruhan gagasan tersebut. Karena itulah, maka Anda tidak perlu melakukan riset pasar secara lebih mendetail, cukup hanya dengan memahami secara garis besarnya saja. Jika dalam melakukan pra-analisis Anda tidak atau belum menemukan kendala yang berarti, maka Anda masih bisa melanjutkan kepada tahap studi kelayakan bisnis selanjutnya.

• Langkah Kedua (2): Membandingkan antara produk Anda dengan produk yang lain.

Apapun jenis produk dari usaha Anda, apakah itu berupa barang, jasa, produk elektronik seperti software dan hardware atau sesuatu yang lain, maka Anda juga harus tetap membandingkannya dengan produk-produk yang sejenis di pasaran. Pembandingan ini bertujuan untuk melihat sampai seberapa baik kualitas dari produk yang Anda tawarkan, apa saja keunggulan maupun kelemahannya.

Misalnya jika produk dari usaha Anda adalah berupa software, maka apakah software yang ingin Anda tawarkan tersebut memiliki resiko yang lebih kecil apabila dibandingkan dengan para kompetitornya? Jika produk dari usaha Anda adalah sesuatu yang baru, maka bagian dari studi kelayakan ini akan lebih berfokus terhadap pemahaman tentang apa yang pelanggan cari dan apakah ide yang ingin Anda ajukan tersebut telah mampu untuk menjawab segala kebutuhan mereka? Data ini bisa digunakan sebagai salah satu acuan tentang realistis atau tidaknya jika mengharapkan produk dari usaha Anda bisa mengambil sebagian besar dari pasar para kompetitor Anda.

• Langkah Ketiga (3): Mempelajari bagaimana kondisi pasar dengan lebih mendalam.

Setelah Anda mampu memastikan bahwa ide Anda cukup berpotensi besar untuk bisa diterapkan, maka Anda juga harus belajar sebanyak-banyaknya tentang bagaimana kondisi pasar tempat produk dari usaha Anda akan bisa dipasarkan. Apakah kondisinya masih sama seperti pada saat Anda telah melakukan pra-analisis, atau jika memang sudah berubah, maka apakah produk dari usaha Anda masih mampu untuk beradaptasi terhadap kondisi tersebut?

Caranya adalah dengan mengidentifikasikan toko-toko lokal yang telah menjual barang-barang yang sudah diproduksi secara lokal. Temukan apakah barang yang paling terlaris yang mereka jual, tanyakan juga tentang bagaimana kemungkinan mereka untuk memiliki momen dimana menjual sesuatu yang lebih banyak apabila dibandingkan dengan hari-hari biasanya. Apakah penjualan mereka semakin melonjak naik di hari-hari libur? Atau malah justru hari libur akan semakin mengurangi penjualan mereka? Hal ini sangat berguna sebagai informasi tambahan tentang seberapa mantap penjualan dari produk usaha Anda untuk kedepannya.

Melakukan survey terhadap para calon pelanggan Anda secara langsung merupakan salah satu cara yang terbaik dalam mengetahui apakah produk dari usaha Anda akan bisa diterima atau tidak oleh mereka. Seperti contoh: Anda bisa mewawancarai kepada orang-orang yang biasanya berbelanja di pasar tentang bagaimana kebiasaan dan preferensi mereka terhadap pembeliannya dipasar tersebut. Mungkin saja Anda akan bisa memberikan salah satu produk usaha Anda sebagai imbalannya. Selain dengan cara melakukan wawancara secara langsung, Anda juga bisa menggelar survei melalui email atau sosial media seperti halnya Twitter dan Facebook.

• Langkah Ke empat (4): Menghitung segala jenis pengeluaran.

Salah satu langkah terpenting dalam upaya untuk menyelesaikan studi kelayakan bisnis adalah dengan jalan menghitung segala bentuk pengeluaran. Apapun jenis ide atau jasa yang ingin Anda ajukan, berapa banyak pengeluaran yang sudah pernah Anda keluarkan akan menjadi poin utama dalam menentukan kelayakannya.

Peraturan pertama dari setiap jenis bisnis yang sukses adalah harus pasak yang tidak boleh lebih besar daripada tiang. Karena itulah, maka produk dari jenis usaha apapun yang telah Anda tawarkan, Anda harus memeriksanya apakah akan berdampak cukup baik atau tidak terhadap pendapatan dan keuntungan dari usaha Anda.

• Langkah Kelima (5): Meninjau ulang dan menganalisis data-data.

Anda telah sampai kepada langkah yang terakhir. Pada langkah ini, Anda harus meninjau ulang dan menganalisis data-data yang selama ini telah Anda kumpulkan. Peninjauan kembali merupakan langkah yang lebih krusial sebelum akhirnya akan melompat ke dalam kategori kesimpulan.

Setelah mempelajari data-data tersebut, maka lihatlah disekitar dan cobalah untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti:

1. Apakah terdapat resiko yang masih belum Anda sadari sebelumnya atau tidak?
2. Apakah terdapat perubahan pada bagaimana pola dan kondisi pasar selanjutnya?
3. Apakah terdapat perubahan pada kompetisinya?
4. Apakah situasi dari usaha Anda masih tetap sama, dalam hal operasional dan situasi perekonomiannya?

Jika memang terdapat adanya perubahan, maka Anda akan bisa meninjau ulang bagian dari studi kelayakan ini. Setelah ditinjau ulang, maka Anda bisa melanjutkan kembali kepada langkah untuk membuat keputusan terakhir dari studi kelayakan bisnis yang harus bisa memberikan Anda jawaban yang terbaik, apakah akan tetap terus maju dengan ide yang selama ini sudah ada, atau malah justru ingin membuang ide tersebut dan mencari sesuatu yang lebih berbeda?

Dalam sebuah buku yang berjudul (How to Really Create a Successful Business Plan), David E. Gumpert telah menjelaskan bahwa betapa pentingnya melakukan studi kelayakan bisnis. Ketika berbicara tentang kemungkinan dari studi kelayakan bisnis yang bisa memberikan hasil yang tidak akurat, Gumpert berargumen bahwa hal tersebut bukanlah sesuatu kegagalan. “Itu memang nampak seperti kegagalan, tetapi sebenarnya bukan. Kegagalan adalah ketika Anda telah menginvestasikan uang Anda dan kemudian kehilangannya hanya karena satu kesalahan yang sebelumnya belum pernah Anda teliti terlebih dahulu. ”

Nah, itulah sedikit penjelasan tentang langkah-langkah dalam melaksanakan pra-analisis dan analisis dari proses studi kelayakan bisnis (feasibility study). Semoga bisa bermanfaat bagi Anda sekalian, terimakasih dan salam sukses. Apabila pembaca membutuhkan informasi terkait artikel di atas serta membutuhkan pembuatan Feasible study untuk pendirian pabrik baru, ritel modern baru, distributor baru atau bisnis apapun yang membutuhkan Feasible study silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak kami di 0818521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu.