CARA EFEKTIF START UP BISNIS BARU DI BIDANG RITEL MODERN

CARA EFEKTIF START UP BISNIS BARU DI BIDANG RITEL MODERN

Membuka  usaha baru memang tidak mudah, membutuhkan persiapan yang matang. Kejadian kerugian cukup banyak dialami oleh ritel modern ketika melakukan pembukaan ritel modern tidak dengan cermat. Oleh sebab itu agar toko modern yang kita buka selain bisa survive juga bisa jalan ke depannya.

Ada beberapa yang perlu disiapkan ketika akan membuka Ritel modern. Pertama adalah di sisi infrastruktur, antara lain lay out dari ritel modern itu sendiri, perlengkapan yang ada di dalam ritel modern seperti rak, price tex, lokasi floor barang, lampu atau pencahayaan, space iklan dan kategori management produk serta lainnya. Untuk kategori management produk memang tidak bisa disepelehkan dan pebisnis wajib mengetahuinya karena produk yang dijual tidak mungkin diletakan campur aduk, tetapi tetap menggunakan group/kelompok-kelompok.

Setelah infrastruktur selesai dibangun, mulailah pebisnis mencari supplier untuk barang dagangan yang akan dijual. Pencarian supplier cukup rumit karena berkaitan dengan HPP. Ada beberapa cara untuk mendapatkan supplier, melalui iklan di Koran atau melalui sumber atau list customer tersebut berada. Pencarian supplier ini cukup rumit apabila pebisnis memulai dari nol, artinya belum pernah berbisnis ritel sama sekali. Tetapi jika pernah membuka distributor, maka barang-barang bisa diperoleh dari distributor sendiri, sehingga untuk pencarian produk bisa melengkapi berikutnya. Untuk yang memulai dari nol bisa memungkinkan memiliki buyer yang cukup banyak untuk di awal agar bisa mendapatkan produk.

Setelah produk siap, maka perlu petugas administrasi yang melakukan entri data produk sesuai tipe dan harganya ke master barang sehingga bisa dibuatkan list barang-barang dagangan yang nantinya akan di-exportkan ke program atau system yang digunakan di ritel modern ( minimarket, supermarlet, hypermarket) Master barang ini bisa digunakan sebagai acuan pembelian barang ke supplier, dan penjualan barang di toko. Pembelian barang akan mengacu pada harga pokok pembelian dari supplier. Untuk penjualan jika produk sudah diterimakan di gudang maka akan menambah stok di inventory gudang. Nah, dengan begitu transaksi bisa dilakukan jika stok barang ada di gudang. Sebelum dilakukan penjualan ada proses yang namanya penempelan barcode yang tentunya memakan waktu cukup banyak jika tidak mengetahui metodenya.

Ini baru persiapan mengenai barang dagangan, infrastruktur dan lainnya. Belum melakukan persiapan mengenai siapa yang akan menajalankan ritel modern itu. Pada saat ini tidak mungkin kita akan menjalankan bisnis seluruhnya sendiri, ritel modern yang kita bangun haruslah sudah autopilot artinya SDM sudah bisa lakukan semuanya sendiri tanpa harus terus menerus diawasi. Tetapi sudah mulai diatur demikian rupa bisnis bisa berjalan dengan baik. Jadi di sini kita perlu merekrut karyawan mulai pramuniaga, supervisor dan manajer store. Belum lagi bagian administrasi yang mensupport ritel modern.

Setelah proses ini semua selesai, maka siap melakukan soft opening ritel modern yang sedang kita set up. Pada saat soft opening banyak hal yang harus disiapkan termasuk operasional kasir yang sangat penting. Sebab jika kasir tidak bisa beroperasi secara maksimal, maka akan terjadi kekacauan jika pengunjung toko mulai banyak. Tentu saja hal ini harus dibarengi dengan stand by-nya teknisi yang akan membantu jika kasir sedang mengalami kesulitan, atau computer sedang error. Banyak hal yang mesti disiapkan dan diperhatikan secara detail dalam pembukaan ritel modern ini jika kita tidak mau gagal dalam membuka bisnis awal ini.

Mudah-mudahan artikel di atas sangat membantu para pembaca yang rencana membuka bisnis ritel baru. Apabila menginginkan informasi lanjutan dalam pembukaan ritel modern, maka silahkan hubungi groedu@gmail.com atau telphon ke 0818521172. ( Frans M. Royan, specialist start up Ritem Modern)