BEBERAPA MASALAH TERKAIT LOGISTIK DAN TRANSPORTASI YANG BERHUBUNGAN LANGSUNG DENGAN BISNIS E-COMMERCE

Perkembangan situs e-commerce yang begitu subur saat ini telah semakin memudahkan masyarakat dalam mendapatkan barang atau jasa yang mereka butuhkan tanpa harus mengunjungi tempat penjualan barang atau jasa tersebut. Konsumen hanya cukup dengan sekali “klik” pilih barang, dan memasukkannya ke dalam keranjang belanja, kemudian memilih metode pembayaran dan pengiriman, maka barang yang telah dipesan tersebut akan langsung diproses pengirimannya ke tempat tujuan. Hal ini sangatlah mudah dan terlalu praktis, serta menghemat banyak sekali waktu dan tenaga.

Namun pada kenyataaanya, banyak sekali permasalahan dan berbagai kendala-kendala yang seringkali terjadi dalam proses transaksi e-commerce. Masalah apa sajakah yang biasanya sering terjadi?

• Seperti bagaimana apabila pembayaran tidak bisa terverifikasi?
• Bagaimana apabila ternyata barang yang sudah dipesan rusak atau barang tidak sampai ke tangan para konsumen?
• Bagaimana apabila masalahnya terjadi pada proses distribusi barang kepada konsumen?
• Bagaimana apabila barang yang telah dipesan tidak sesuai dengan pesanan?
• Bagaimana apabila yang telah dipesan ternyata sudah tertukar?
• Bagaimanakah cara untuk mengatasi semua itu? Kemudian, langkah apa yang harus dilakukan agar konsumen tetap merasa nyaman untuk berbelanja dengan menggunakan situs e-commerce?

Salah satu tantangan terberat yang harus dihadapi dalam berbisnis e-commerce adalah tentang bagaimana dalam mengirimkan produk kepada konsumen dengan tepat waktu, tanpa adanya cacat secara efektif dan efisien? Seringkali sarana logistik menjadi sangat penting dalam dunia bisnis e-commerce. Terutama pada saat-saat khusus seperti annual campaign (kampanye tahunan) maupun promotion, yang mana volume belanja online berada pada titik yang paling tinggi, pemenuhan pesanan konsumen secara efektif dan efisien merupakan tantangan terberat yang harus bisa dipenuhi oleh para pelaku usaha e-commerce sebagai kesan keseluruhan dari pengalaman berbelanja para konsumen.

Dalam hal ini peran logistik akan menjadi lebih dari sekedar pengiriman barang terhadap para konsumen. Dan istilah logistik sudah mencakup berbagai aspek yang jauh lebih luas seperti halnya konsep pergudangan, manajemen inventori, penagihan, pengemasan, label, pengiriman, cash on delivery, pembayaran, dan masih banyak lagi hal yang lainnya.

Tantangan dalam sisi logistik sendiri sangat bervariasi, mulai dari tentang bagaimana memastikan bahwa produk yang sesuai dengan keinginan konsumen datang dengan tepat waktu, meminimalisir kemungkinan terjadinya cacat produk, sampai dengan penyediaan reverse logistic. Reverse logistic sangat dibutuhkan ketika para konsumen akan meminta pengembalian produk karena rusak atau apabila mereka ingin melakukan penukaran tipe, ukuran, warna produk, dan banyak lagi hal-hal yang lainnya.

Biasanya kegiatan inti dari logistik e-commerce sudah mencakup seperti:

1. Processing: meliputi berbagai aktivitas sortir dan cross–docking kiriman.
2. Transporting: meliputi transportasi kiriman baik transportasi antar processing center sebagai hub, dan dari processing center kepada delivery center sebagai spoke.
3. Delivery: meliputi aktivitas pengantaran barang kepada alamat tujuan penerima.

Agar dapat meningkatkan kinerja tersebut, maka perusahaan e-commerce sangat perlu untuk menerapkan supply chain management karena Inti dari logistik adalah transportasi dan pergudangan, untuk melakukan movement barang atau kiriman dari satu titik asal kepada titik tujuan dan kunci keberhasilan dari aktivitas logistik adalah: quality, cost, dan time.

Logistik yang baik sangat diperlukan dalam bisnis, baik yang bersifat offline maupun online. Manajemen logistik dalam dunia e–Commerce juga sangat diperlukan. Pelaku e–commerce di sini sebagai penjual harus paham betul tentang jumlah dan dari jenis barang apa saja yang masih tersisa di gudang, sehingga mampu memberikan yang terbaik untuk pelanggan. Jangan sampai info yang telah disajikan pada situs tersebut ternyata tidak sesuai dengan bagaimana kondisi barang yang sebenarnya berada didalam gudang. Pastinya hal ini akan bisa menurunkan reputasi dari para penjual e-commerce. Oleh karena itu, Perusahaan pelaku e–Commerce harus menerapkan strategi supply chain sebagai berikut:

1. Proses retur barang harus dipermudah.

Karena belanja dilakukan secara online, maka ada kalanya barang yang akan diterima konsumen tidak seperti kenyataannya, sehingga merekapun akhirnya ingin mengembalikannya (retur). Sebagai penyedia layanan e-Commerce yang baik, pastikan bahwa proses pengembalian barang tidak terlalu rumit. Proses yang cepat akan menjadikan konsumen merasa lebih senang, juga akan semakin memudahkan penjual dalam mengatur persediaan barang.

2. Implementasikan software supply chain.

Anda juga harus memanfaatkan teknologi dalam mengatur supply chain untuk e–Commerce milik Anda sendiri. Gunakan software khusus untuk membantu Anda dalam mengelola inventory, memproses order, melihat status supplier, dan masih banyak lagi yang lainnya.

3. Mempersiapkan solusi alternatif.

Solusi alternatif lain sangat diperlukan pada saat hal yang diperkirakan tidak bisa berjalan sebagaimana mestinya. Misalnya menjual barang yang didatangkan dari luar negeri. Agar lebih aman, carilah lebih dari satu supplier yang menyediakan barang yang sama. Hal ini sangat diperlukan apabila terdapat konsumen yang membeli suatu barang dari luar negeri, namun ternyata barang sudah habis atau tak kunjung sampai, penjual harus menghadapi berbagai keluhan dari para konsumen tersebut.

4. Estimasikan produk yang benar-benar tepat.

Sebaiknya penjual tidak melakukan stok barang terlalu banyak dari yang dibutuhkan. Semakin banyak barang yang disimpan dalam gudang sedangkan barang tersebut tidak banyak diminati para konsumen, maka justru akan menjadikan para penjual semakin rugi. Pertimbangkanlah dengan cermat tentang berapa barang yang masih diperlukan untuk penjualan Anda.

5. Tetap selalu up to date.

Jangan sampai penjual salah dalam menyediakan info tentang barang yang berada dalam gudang. Contohnya, penjual memajang barang A dengan harga diskon tertentu sehingga menyebabkan konsumen merasa tertarik dan melakukan pembelian. Namun ternyata stok-nya sudah habis. Sebaiknya tetap selalu update dengan barang-barang apa saja yang masih Anda miliki dalam gudang.

Apabila e-commerce yang Anda jalankan sangat besar, maka sebaiknya Anda menggunakan tenaga khusus agar bisa mengatur proses dalam hal pengaturan inventory, shipping dan pengembalian agar tidak sampai bermasalah untuk kedepannya. Supply chain management yang baik akan mampu mendukung kelancaran dari kegiatan bisnis e–commerce milik Anda. Itulah beberapa permasalahan dalam hal logistik dan transportasi yang berhubungan langsung dengan bisnis e-commerce yang harus diperhatikan oleh para pelaku usaha online (e-commerce), semoga bisa bermanfaat untuk menambah wawasan Anda sekalian sehingga mampu mengantisipasi beberapa permasalahan tersebut.
Semoga artikel di atas bermanfaat bagi pembaca. Apabila pembaca membutuhkan SOP manajemen transportasi dan logistic & software accounting, silahkan hubungi 0818521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu!