AR MANAGEMENT, CALL 0818521172 atau 081-252-982900

TIPS MENGELOLA (MANAJEMEN) PIUTANG UNTUK MENJAGA KESTABILANG DAN KESEHATAN ARUS KAS MILIK PERUSAHAAN

Salah satu cara yang paling sering dilakukan oleh perusahaan untuk menjaga kestabilan dari perputaran arus kas miliknya adalah dengan jalan mengurangi jatah umur piutang. Piutang merupakan tagihan yang ditujukan terhadap para pelanggan di masa yang datang, karena sudah terjadi ikatan transaksi di masa lalu.

Piutang hanya bisa terjadi karena pelanggan sudah melakukan pembelian terhadap produk atau jasa yang dijual oleh perusahaan, namun untuk pembayarannya adalah secara kredit (cicil). Penjualan secara kredit ini bisa menjadi salah satu penyebab utama dari begitu buruknya perputaran arus kas milik perusahaan jika tidak diawasi dan dikelola dengan baik. Maka perusahaan akan berisiko besar untuk mengalami penundaan penerimaan kasnya, sehingga membutuhkan adanya dana investasi tambahan yang jauh lebih besar atau bisa juga terjadi kerugian yang bisa menyebabkan terjadinya piutang yang tidak bisa tertagih.

Salah satu jalan yang masih bisa dilakukan untuk mempertahankan perputaran arus kas agar bisa tetap stabil adalah perusahaan harus mengurangi umur piutang dengan cara mengubah metode pembayarannya untuk menjadi pembayaran tunai. Namun, hal seperti ini juga akan terasa lebih sulit untuk dilakukan karena metode pembayaran secara kredit adalah yang paling disenangi para pelanggan.

Terdapat beberapa cara yang bisa dilakukan oleh para pengusaha dalam upaya untuk menurunkan umur piutang dan untuk mengurangi terjadinya resiko semakin memburuknya perputaran arus kas milik perusahaan, yaitu:

1. Mengusahakan untuk hanya melakukan penjualan tunai.

Meskipun melakukan penjualan tunai terbilang sangat sulit untuk dilakukan, namun menjual barang atau jasa secara tunai adalah salah satu cara yang paling efektif untuk mengaja kestabilan pemasukan dan pengeluaran bagi arus kas perusahaan. Pengusaha dapat memberikan diskon bagi para pelanggan yang bersedia untuk melakukan pembelian secara tunai untuk menarik minat dan daya beli mereka.

2. Sistem membayar di muka.

Seperti yang telah diungkapkan oleh Sarah Schupp, setiap pengusaha juga membutuhkan adanya pembayaran di muka dari para pelanggannya. Hal ini harus dilakukan untuk membuat perputaran arus kas perusahaan dapat menjadi lebih sehat dan piutang juga menjadi semakin berkurang.

3. Mensyaratkan piutang.

Nick Reese, pernah mengalami kehancuran total dalam menjalankan bisnisnya, karena dia sudah mengambil keputusan yang terlalu berani dengan memberikan jangka waktu pembayaran piutang hingga mencapai masa 90 hari. Belajar dari pengalaman Nick tersebut, maka para pengusaha juga dapat melakukan negosiasi terhadap para pelanggannya untuk melakukan pembayaran dengan lebih cepat, Anda dapat mengakalinya dengan memberikan diskon kepada para pelanggan yang bersedia untuk membayar piutang dengan tepat waktu sebelum memasuki tanggal jatuh temponya agar mereka tidak merasa sia-sia jika membayar piutangnya dengan tepat waktu.

4. Memberikan diskon & bonus.

Seperti yang sudah dikatakan oleh Andrew Schrage, memberikan diskon terkecil bagi pelanggan yang membayar tagihan dengan lebih cepat dengan tidak hanya meningkatkan perputaran dari arus kas, namun juga agar dapat menjadikan pelanggan merasa seperti terkesan dan memastikan bahwa hubungan kerjasamanya antara mereka dengan Anda dapat berlangsung untuk jangka waktu yang lebih panjang lagi.

5. Background Check.

Jika terpaksa Anda harus memberikan piutang terhadap para pelanggan, maka sebaiknya Anda juga harus melakukan background checking terhadap para pelanggan tersebut. Dengan cara melakukan background checking, maka seorang pengusaha juga dapat mengurangi untuk terjadinya resiko kredit macet, sehingga piutang yang telah diberikan akan dapat menjadi sebuah investasi atau tabungan bagi usaha Anda dimasa mendatang.

6. Menyusun mapping jadwal penagihan pelanggan.

Jadwalkan penagihan piutang pelanggan Anda secara berkala, buatlah sistem mapping penagihan karena sudah terbukti pelanggan yang terlalu sering ditagih secara berkala akan melakukan pembayaran dengan tepat waktu. Misalnya Anda hanya memberikan waktu jatuh tempo pembayaran selama masa 30 hari, maka Anda dapat menjadwalkan kunjungan penagihan secara berkala selama 3 hari, yaitu hari ke 10, 20, dan 28.

Nah, itulah beberapa hal tentang bagaimana dalam mengelola kestabilan dan kesehatan dari perputaran arus kasnya dengan jalan mengurangi umur piutang. Dengan kestabilan perputaran arus kas yang masih tetap terjaga dengan baik, maka seorang pengusaha akan dapat dengan mudah untuk melihat bagaimana kondisi keuangan dari perusahaannya, sehingga akan semakin memudahkan bagi para pengusaha tersebut untuk membuat keputusan yang lebih tepat dalam mengembangkan usahanya dimasa mendatang. Anda membutuhkan training AR management, pembuatan SOP mengenai pengelolaan AR dan membutuhkan software untuk mengelola AR, silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu!