CARA EFEKTIF MENYUSUN REMUNERASI KARYAWAN DI PERUSAHAAN

CARA EFEKTIF MENYUSUN REMUNERASI KARYAWAN DI PERUSAHAAN

Karyawan merupakan salah satu aset terpenting dalam perusahaan, oleh karena itu manajemen HR sebaiknya memiliki cara atau strategi khusus dalam memotivasi dan mempertahankan aset mereka, terutama pada karyawan terbaiknya. Dimana salah satu caranya adalah dengan menyusun sistem remunerasi/ penggajian karyawan tepat.

Selain itu dengan adanya struktur penggajian yang bagus dan kompetitif, akan membantu perusahaan untuk menarik minat dan bakat calon-calon karyawan dengan skill dan pengetahuan yang baik sehingga dapat membantu perkembangan perusahaan dan mencapai target dan visi yang ditanamkan oleh pemilik perusahaan.

Pada umumnya, bagi karyawan menginginkan beberapa komponen remunerasi seperti di bawah ini dalam sebuah hasil atas pekerjaan yang dilakukannya:

  • Gaji (Salary)

Komponen ini merupakan yang utama akan diberikan karyawan atas pekerjaan yang dilakukannya. Penentuan besar komponen ini perlu di dasarkan pada data analisis pekerjaan internal di dalam perusahaan dan data eksternal seperti pada market dan peraturan pemerintah yang sedang berlaku.

  • Tunjangan (Benefit)

Komponen ini juga biasanya ditanyakan oleh karyawan pada saat interview kerja, karena karyawan memiliki beberapa kebutuhan yang perlu di-cover perusahaan agar dapat merasa nyaman dalam bekerja, seperti misalnya asuransi kesehatan, jaminan pensiun dan sosial, atau tunjangan operasional seperti makan, transportasi, komunikasi, dan sebagainya.

  • Insentif kerja

Selain komponen gaji dan tunjangan, biasanya karyawan akan mempertimbangkan besar insentif kerja yang akan diperoleh apabila dapat mencapai suatu hasil atau kondisi tertentu. Seperti pada fungsi sales dan marketing yang memberikan komisi atas penjualan yang sukses atau bonus yang diberikan kepada karyawan dari sebagian keuntungan perusahaan dari tahun sebelumnya.

  • Penghargaan kerja

Biasanya diberikan kepada karyawan yang telah melakukan kontribusi luar biasa bagi perusahaan, seperti loyalitas karyawan kepada perusahaan setelah lama bekerja atau keberhasilan sebuah proyek baru. Pada umumnya karyawan tidak mengharapkan penghargaan kerja di awal-awal karirnya, namun hal ini dapat meningkatkan hubungan kerja jangka panjang yang harmonis.

Berikut ini adalah langkah-langkah yang baik dalam melakukan penyusunan sistem remunerasi sebagai berikut:

  • Melakukan analisis terhadap beban kerja (job analysis & job evaluation)

Dalam membuat sistem penggajian, maka memerlukan analisa terhadap beban pekerjaan yang dilakukan dan tanggung jawab yang dimiliki oleh tiap fungsi dan jabatan karyawan. Semakin banyak pekerjaan yang dilakukan dan semakin besar tanggung jawab yang dimiliki oleh suatu jabatan tertentu akan menambah komponen biaya gaji dan kompensasi yang diberikan oleh perusahaan.

  • Melakukan benchmarking / perbandingan dengan jenis usaha dan industri sejenis

Dengan melakukan benchmark atau perbandingan terhadap sistem penggajian yang dimiliki perusahaan dan industri lainnya, terutama dengan kompetitor-kompetitor perusahaan. Hal ini selain dapat meningkatkan motivasi kerja karyawan namun juga meningkatkan minat dari calon karyawan yang memiliki potensial untuk bergabung dengan perusahaan.

Perlu diperhatikan bahwa perbandingan ini tidak serta merta langsung dituruti dan diberlakukan namun harus disesuaikan dengan kapasitas perusahaan dalam melakukan pembiayaan gaji karyawan.

  • Mengikuti / sesuai dengan peraturan pemerintah yang berlaku

Hendaknya manajemen perusahaan mengikuti hukum dan perundangan yang berlaku mengenai ketenagakerjaan, seperti UU No. 13 tahun 2003 atau standar UMK di wilayah tempat perusahaan beroperasi. Hal ini sebaiknya diperhatikan dengan baik agar tidak menimbulkan masalah hukum bagi perusahaan nantinya.

  • Kemudian setelah melihat berbagai hal di atas maka selanjutnya adalah membuat desain / menyusun struktur remunerasi yang adil dan kompetitif untuk tiap fungsi dan jabatan karyawan (job grading) berdasarkan anggaran yang dimiliki perusahaan. Hal ini memang tidak mudah untuk dilakukan sehingga perusahaan dapat memerlukan masukan dari pihak luar seperti konsultan manajemen untuk membantu proses pembuatannya.

Selain itu juga sebaiknya manajemen memiliki sistem penilaian kinerja yang baik yang dapat membantu dalam memberikan kompensasi tambahan, seperti reward dan kenaikan gaji yang juga pasti diinginkan oleh karyawan yang bekerja pada perusahaan.

  • Sebagai tambahan, manajemen juga dapat menggunakan software remunerasi yang membantu dalam melakukan perhitungan dengan baik dengan record data riwayat data. Biasanya software ini diperlukan ketika jumlah karyawan perusahaan sudah melebihi angka dua ratusan orang.

Semoga beberapa hal di atas dapat membantu manajemen HR dalam membuat sebuah struktur remunerasi/ penggajian yang baik bagi para karyawan dan dapat meningkatkan kinerja karyawan yang mendorong perusahaan untuk bertumbuh dan mencapai visi dan target yang dimiliki oleh pemilik perusahaan. Apabila ada beberapa pertanyaan serta bimbingan mengenai sistem penggajian ini maka dapat menghubungi kami di 0818521172 atau email ke : groedu@gmail.com. (Stan)